Situs informasi seputar desain

Cara Membuat Font dengan CorelDRAW

504

Font atau rupa huruf, biasa juga dikenal dengan istilah Typeface adalah salah satu elemen terpenting dalam Desain grafis karena huruf merupakan sebuah bentuk yang universal untuk menghantarkan bentuk visual menjadi sebuah bentuk bahasa.
Dengan pesatnya pekembangan teknologi dalam dunia percetakan digital dan komunikasi digital, dunia teknologi font telah melakukan langkah yang besar dengan bermunculannya desain-desain huruf yang inovatif dan telah memperkaya dunia desain komunikasi visual. Diperjalanan awal dari teknologi font digital, font didesain dengan ukuran yang pasti seperti 9, 10, 12, 14, 18 dan 24 pt dengan menggunakan standar bitmap layar komputer sehingga memiliki kelemahan ketika font harus diperbesar atau diperkecil. Akan tetapi kini dengan kehadiran teknologi vektor dan antialiasing teknologi font terus berkembang dengan meninggalkan teknologi bitmap. Berdasarkan jenisnya font dikelompkkan sebagai berikut :

 

Font Type 1 dan Postscript

Untuk mengatasi permasalahan pada font bitmap, Adobe membuat font menggunakan Postscript page desription language. Font ini memiliki dua bagian, satu set font bitmap berukuran pasti dan font berbasis postscript yang akan memberikan informasi outline dari bentuk font tersebut. Sistem operasi seperti Mac OS atau Windows menggunakan font bitmap untuk menggambar font di layar, dan untuk ukuran bitmap yang diperbesar atau diperkecil sistem akan menggunakan ukuran terdekat untuk menyesuaikan bentuk. Dan untuk keperluan cetak-mencetak font dengan basis postscript akan digunakan dan di download ke printer. Dengan menggunakan metode Bezier Curves dengan minimum pemakaian empat buah titik untuk menghasilkan sebuah garis lengkung yang terdiri dari dua titik akhir dan dua titik kontrol. Outline dari postscript ini dapat diperbesar dan diperkecil tanpa batas dan menjaga bentuk huruf tetap baik. Ketika printer telah menerima informasi outline vektor yang telah diskalakan, makan betuk itu akan disi oleh pixel dan menciptakan sebuah gambar bitmap dengan resolusi tinggi. Proses ini dinamakan rasterization (dari bahasa Jerman “raster” yang berarti layar). Adobe membuat ATM (Adobe Type Manager) untuk mengatasi permasalahan online viewing pada font, sehingga font bitmap tidak lagi dgunakan dan lebih menggunakan informasi outline dari font postscript untuk menciptakan bentuk huruf bitmap yang sesuai dengan resolusi layar komputer, untuk semua ukuran font. Walaupun demikian di sistem Mac OS, ATM tetap memerlukan satu file font bitmap yang di install agar nama font bisa terbaca di menu font. Font Type 1 sekarang sudah menjadi standar dalam software digital (ISO9541), dan di dunia, lebih dari 30000 font type 1 telah didigitalisasi untuk keperluan typesetting.

Truetype

Disamping dominasi dari dari font Type 1, Truetype ternyata lebih populer, Truetype adalah font berbasis informasi outline juga dan format vektor nya bisa di skala sesuai kebutuhan ukuran dengan akurasi yang tinggi. Truetype menggunakan metode Quadratic B-spline dengan menerapkan titik-titk secara langsung pada garis dan bagian-bagian yang dilengkungkan. Kurang lebih postscript dan truetype memiliki kapabilitas yang hampir sama sebagai font berbasis outline atau scalable font. Software standar dari truetype dibuat oleh Apple, akan tetapi kini juga bisa digunakan oleh sistem operasi Windows. Kedua sistem tersebut memiliki Truetype Rasterizer yang menyediakan informasi untuk penggambaran di layar dan output cetak. Truetype di rancang sebagai file tunggal (suitcase), yang di dalamnya sudah terdapat keluarga huruf dalam bentuk plain, plain italic, bold dan bold italic membuat type font ini lebih rapih dalam pendataan file dibandingkan Font Type 1. Truetype inilah yang akan dibahas pada postingan ini.

Multiple Master Font

Multiple Master adalah jenis font Type 1 yang dibuat khusus oleh Adobe sehingga membedakan jenis sistem ini dengan sistem yang lain. Keunikan dari Multiple Master Font adalah setiap character memiliki lebih dari satu outline digital, sepasang outline merepresentasikan titik akhir dari sebuah garis desain (design axis) dan font berbasis Multiple Master mengandung informasi titik (axes) untuk berat, style ataupun penglihatan optis dan semua terdapat dalam satu paket. Kelebihan dari Multiple Master Font adalah fleksibilitas bentuk huruf untuk di kostumisasi tanpa distorsi bentuk ketika di perbesar atau diperkecil. File dari Multiple Master Font lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya, juga dengan penamaan font sangat kompleks dan susah untuk di atur. Multiple Master Font di identifikasikan dengan MM ditambah nama pendek dari huruf tersebut contohnya ITCAvaGarMM. Dan biasanya diikuti oleh dua huruf dari informasi titik (axes) seperti BD untuk Bold, XL untuk Light, NO untuk Normal, CN untuk Condensed, dan OP untuk Optikal. Nominal angka untuk merepresentasikan nilai axis. Dan jika kita membuat Multiple Master Font axis ini akan muncul dalam huruf kecil.

Unicode Font

Unicode adalah standard baru untuk menjabarkan characters set dalam sebuah sistem, bekerja mirip dengan ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Biasanya dalam ASCII terdapat 200 set characters, tetapi dalam Unicode bisa terdapat 65000 jenis characters sehingga Unicode sering digunakan dalam informasi digital multi bahasa. Unicode bukan lah sebuah font encoder (pembaca sandi-sandi font) tetapi hanya sebuah standar dimana informasi glyph (outline bentuk sebuah font) sebuah font tersimpan.

Opentype dan Truetype Open

Format font yang terbaru adalah jenis font OpenType dan TrueType Open yang dibuat oleh dua perusahaan software raksasa yaitu Microsoft dan Adobe. Kelebihan dari format ini adalah tidak adanya perbedaan format dan kapabilitas yang tinggi untuk pertukaran basis sistem. Dan juga Opentype dan TrueTYpe didesain sebagai single file sehingga memudahkan dalam pendataan font. Stimulus dari pembuatan format ini adalah standar Unicode yang memungkinkan sebuah font mengandung 65000 jenis characters. Termasuk expert character set seperti ligatures, smallcaps, extra accent, pecahan dan characters spesial lainnya.

Worldtype

Worldtype adalah format font yang dibuat oleh perusahaan font AGFA Monotype, format ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari standar Unicode.

 

Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘m’ dengan ‘p’ atau ‘C’ dengan ‘Q’. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini berbasis pada ‘pattern seeking’ dalam perilaku manusia. Salah satu hukum persepsi dari teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau ‘membaca’ sebuah gambar diperlukan adanya kontras antara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negative yang disebut dengan ground.

 

Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau memahami anatomi huruf. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antar huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Berikut adalah terminologi yang umum digunakan dalam penamaan setiap komponen visual yang terstruktur dalam fisik huruf.

Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character. Seluruh character secara optis rata dengan baseline. Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap character apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.

Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke)

Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alfabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu:

kelompok garis tegak-datar; EFHIL
kelompok garis tegak-miring; AKMNVZXYW
kelompok garis tegak-lengkung; BDGJPRU
kelompok garis lengkung; COQS

Huruf memiliki dua ruang dasar bila ditinjau dalam hukum persepsi dari teori Gestalt, yaitu figure dan ground. Apabila kita menelaah keberadaan ruang negatif dari seluruh huruf maka secara garis besar dapat dipecah menjadi tiga kelompok, yaitu:

Ruang negatif bersudut lengkung; BCDGOPQRSU
Ruang negatif bersudut persegi-empat, EFHILT
Ruang negatif bersudut persegi-tiga, AKMNVWXYZ
Perhitungan tinggi fisik huruf memiliki asas optikal-matematis, dalam pengertian bahwa dalam perhitungan angka, beberapa huruf dalam alfabet memiliki tinggi yang berbeda-beda, namun secara optis keseluruhan huruf tersebut terlihat sama tinggi. Huruf yang memiliki bentuk lengkung dan segitiga lancip pada bagian teratas atau terbawah dari badan huruf akan memiliki bidang lebih dibandingkan dengan huruf yang memiliki bentuk datar. Apabila beberapa huruf tersebut dicetak secara berdampingan akan tercapai kesamaan tinggi secara optis.
Jika ingin membuat sebuah font anda harus memiliki sebuah konsep, jika konsepnya suah ada barulah kita beralih ke langkah-langkah pembuatannya. Seperti dengan judul postingan ini, software yng akan kita gunakan disini adalah CorelDRAW

[/et_pb_text][et_pb_text _builder_version=”3.0.67″ background_layout=”light” text_orientation=”left” border_style=”solid”]

Langkah 1

Jalankan CorelDRAW, kemudian buat file baru dengan cara pilih File > New atau tekan [Ctrl] + [N]

Atur Widht 300 mm, dan Heihgt 300 mm, kemudian Number of pages sesuai dengan jumlah font yang ingin anda buat, disini saya hanya mebuat 26 karakter huruf yaitu huruf a-z. Setelah itu klik OK

 

Langkah 2

Aturlah tinggi kepala huruf (1), tinggi badan huruf (2), tinggi kaki huruf (3) serta lebar huruf (4) menggunakan Guideline dengan cara menarik Ruler horizontal kebawah untuk Guideline Horizontal dan dengan menarik Ruler Vertikal untuk membuat Guideline Vertikal. Ukurannya tergantung anda, tapi sebaiknya ukuran kepala dan kaki huruf sama.

Langkah 3

Buatlah pola font yang akan anda buat pada Guideline yang telah anda buat tadi, simpan polanya pada layer “Desktop” yang terletak di Master Page. Jika layer tidak tampil, baca disini cara menampilkan layer pada CorelDRAW

Selelah polanya dibuat, kunci layer “Desktop” dengan cara klik kiri pada ikon Pensil, agar tidak mengganngu proses pembentukan fontnya

Langkah 4

Mulailah menbentuk huruf “a” pada Page 1 dengan cara mengikuti pola yang telah anda buat. Anda bisa menggunakan Pen Tool untuk membentuknya. Setelah selesai, pindahlah ke Page 2 dan bentuklah huruf “b”

begitupun selanjutnya sampai huruf “z”

pada tutorial ini, saya hanya membuat huruf “a sampai z”, artinya masih kurang “A(Kapital) sampai Z(Kapital), angka “1 sampai 0” serta simbol dan tanda baca.

 

Langkah 5

Setelah semua huruf telah dibentuk, selanjutnya kita beralih ke proses perenderan. Kita mulai merender huruf “a”, artinya anda kembali ke Page 1 kemudian klik Export atau [Ctrl] + [E]

Setelah itu ketik nama File, disini saya beri nama “Haidesain” ( Ini hanya nama file TTF nya saja bukan nama Font nya)

Pilih type file “TTF – True Type Font“, kemudian Export, ketika muncul jendela seperti dibawah ini, opsi “Family Name” ketik nama font yang ingin anda buat. Kemudian klik OK

Ketika muncul jendela jendela informasi, klik Yes

Kemudian pada jendela True Font Expot, pada kolom Character block, pilih jenis huruf, sesuai dengan jenis huruf yang ingin anda Export. Karena yang akan kita Export disini adalah huruf “a” maka pilih “huruf “a” pada kolom Character block, kemudian klik OK

Selanjutnya kita mengekspor huruf “b”, jadi kita beralih ke Page 2. Seperti pada huruf “a”, anda juga mengekspor huruf “b” dengan cara klik Eksport atau [Ctrl] + [E]

Ketika jendela “Export” telah muncul, pilih file TTF yang telah anda eksport pada huruf “a” tadi, kemudian klik Export

Ketika muncul jendela peringatan seperti gambar dibawah, klik Yes

Setelah muncul jendela “True Type Export” pada kolom Character block pilih “b” karena yang akan kita Export adalah huruf “b”. kemudian klik OK

Export, semua huruf dari “a sampai z”, jika telah selesai, install font yang telah anda buat tadi, dan coba gunakan.

 

Demikian artikel tentang cara membuat font dengan CorelDRAW, jika belum memiliki aplikasi CorelDRAW, silahkan download disini .  Jika ada pertanyaan, silahkan ajukan dikolom komentar.

 

Comments